Kenyataan tak membawamu berakhir di catatan hidupku..
tulis rindu untukmu pun telah terhapus diujung tinta asaku..
KELUH..
tak bisa lagi ku berucap kecap..
terisak tampa mampu ku teriak..
tak ada luapan yang dapat melukiskan betapa kikis luka yang kau toreh..
PERIH..
aku tersudut dalam galau..
sejenak ku tengadahkan wajahku ke langit - langit kamarku..
jelas teriang potret itu..
gambaran indah kita dulu..
aku mungkin pernah memahat indahnya namamu disini..
di lembaran putih hatiku..
membiarkanmu mengisi hampaku dengan cinta dan melarutkanku dalam angan dan harap..
lewat tutur aku mengukir rasa untukmu..
dan dengan sikap ku tunjukkan tulusku..
mencoba membuatmu mengerti bahwa aku lebih dari arti..
namun mungkin aku tak lebih dari indahnya mentari atau gemintangnya bintang yang mampu teduhkan peluhmu..
mungkin janji itu tak lagi kau sanggupkan..
hilangkan rasa yang terjaga..
padamkan pijarku..
dan meninggalkanku dalam temaram..
hidup tak menggariskan kau berakhir dipelukku..
bahkan tangisku tak sanggup hentikan lajumu..
berharap kau tetap disini untukku..
tapi kau semakin berlari dari kejaran mataku..
KU SADARI..
bahagia adalah milikku dan milikmu..
walau tentangmu hanya sepenggal kisah..
aku tetap bangga..
pernah menulismu di sini.. di diaryku..
( " Kamu harus ingat bahwa masih ada pelangi setelah hujan " )
ditulis pukul 10:37 PM
Jumat, 07 Februari 2014
Sabtu, 18 Januari 2014
STRUKTUR ORGANISASI DAN IMPLEMENTASI DALAM PERUSAHAAN BISNIS
Definisi Organisasi
Terdapat
beberapa teori dan perspektif mengenai Organisasi, ada yang cocok satu sama
lain dan ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai
tempat atau wadah dimana orang – orang berkumpul, bekerjasama secara rasional
dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali dalam
memanfaatkan sumber daya (uang, material,
mesin, metode, lingkungan), sarana – prasarana, data, dan lain sebagainya
dapat digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan Organisasi.
Definisi Menurut Para Pakar :
o Menurut Hebert A. Simon, Donald W.
Smithburg, dan Victor A. Thompson, Organisasi adalah suatu sistem terencana
mengenai usaha kerja sama dimana setiap peserta mempunyai peranan yang diakui
untuk dijalankan dan kewajiban – kewajiban atau tugas – tugas untuk
dilaksanakan.
Ada
beberapa bagian dari organisasi, yaittu :
1. The
Operating Core. Yang termasuk disini adalah para pegawai yang melaksanakan
pekerjaai dasar yang berhubungan dengan produksi barang dan jasa.
2. The
Middle Line. Yang termasuk dalam bagian ini adalah para manajer yang
menjembatani manajer tingkat atas dengan bagian operasional.
3. The
Technostructure. Yang termasuk dalam bagian ini adalah mereka yang diserahi
tugas untuk menganalisa dan bertanggung jawab terhadap bentuk standarisasi
dalam organisasi.
4. The
Support Staff. Yang termasuk disini adalah orang – orang yang member jasa
pendukung tidak langsung terhadap organisasi (orang – orang yang mengisi unit
staff).
Struktur
organisasi yang akan dibentuk tentunya struktur organisasi yang baik. Struktur organisasi yang baik harus memenuhi
syarat sehat dan efisien. Struktur organisasi sehat berarti tiap – tiap satuan
organisasi yang ada dapat menjalankan peranannya dengan tertib. Sedangkan, Struktur organisasi efisien berarti dalam
menjalankan peranan tersebut masing – masing satuan organisasi dapat mencapai
perbandingan terbaik antara usaha dan hasil kerja.
Elemen
Utama Struktur Organisasi
1. Kompleksitas
Kompleksitas
struktur menggambarkan derajat diferensiasi dalam suatu organisasi, baik
diferensiasi horizontal, vertical, maupun spasial.
a) Diferensiasi
Horizontal
Penyebab terjadinya diferensiasi
horizontal adalah berkembangnya beragam unit dalam organisasi berdasarkan
orientasi pekerjaan, sifat tugas – tugas didalamnya, serta latar pendidikan dan
pelatihan yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas – tugas tersebut.
b) Diferensiasi
Vertikal
Diferensiasi horizontal dan vertical sebenarnya
berhubungan erat. Meningkatnya diferensiasi horizontal biasanya selalu
dibarengi dengan kebutuhan untuk mengontrol aktivitas yang kian beragam.
Organisasi kemudian menambah lapisan pengawas atau supervisor ( untuk mengawasi
lapisan pekerja) atau manajer (untuk mengawasi supervisor atau manajer level
bawah). Hal ini dengan sendirinya menambah diferensiasi vertical. Jadi,
diferensiasi vertical adalah gambaran dari lapisan – lapisan hierarki dalam
organisasi.
c) Diferensiasi
Spasial
Diferensiasi spasial menggambarkan sejauh mana
fasilitas dan personel organisasi tersebut secara geografis. Organisasi yang
memiliki sejumlah kantor dan/atau personal yang tersebar dalam rentang
geografis yang luas, tentunya akan menghadapi kompleksitas yang lebih tinggi
daripada organisasi yang hanya berpusat pada satu atau beberapa lokasi.
2. Fungsi atau Kegunaan
Struktur dalam Organisasi
a.
Kejelasan Tanggungjawab. Setiap anggota
organisasi harus bertanggungjawab dan apa yang harus dipertanggungjawabkan. Setiap
anggota organisasi harus bertanggungjawab kepada pimpinan atau atasan yang
memberikan kewenangan, karena pelaksanaan kewenangan itu yang harus
dipertanggungjawabkan.
b.
Kejelasan Kedudukan. Kejelasan Kedudukan
seseorang dalam struktur organisasi sebenarnya mempermudah dalam melakukan
koordinasi maupun hubungan karena adanya keterkaitan penyelesaian suatu fungsi
yang dipercayakan kepada seseorang.
c.
Kejelasan Uraian Tugas. Dalam struktur
organisasi sangat membantu pihak pimpinan untuk melakukan pengawasan dan
pengendalian, dan bagi bawahan akan dapat berkonsentrasi dalam mellaksanakan
suatu pekerjaan karena uraiannya yang jelas.
3. Bentuk – Bentuk Struktur
Organisasi
a. Struktur Garis (sederhana)
Organisasi
bentuk garis diciptakanoleh Henry Fayol. Pada struktur organisasi ini, wewenang
dari atasan disalurkan secara vertical kepada bawahan. Begitu juga sebaliknya,
pertanggungjawaban dari bawahan secara langsung ditujukan kepada atasan yang member
perintah.
Ciri
– cirri. Kesatuan perintah terjamin, pembagian kerja jelas dan mudah
dilaksanakan, organisasi tergantung pada satu pimpinan.
Kelebihan
struktur garis : Karyawan akan lebih menyadari tugas, tanggung jawab, dan
pekerjaan yang diembannya, karena struktur ini lebih mudah dimengerti.
Kekurangan
struktur garis : kurang fleksibel dalam menyediakan spesialisasi yang
dibutuhkan ketika perusahaan menjadi lebih luas dan kompleks. Tugas karyaawan
yang terbatas sejak awal menghalangi mereka mendapatkan pengalaman yang
dibutuhkan untuk meningkat ke posisi manajerial.
b. Struktur Fungsional
Struktur
Organisasi fungsional diciptakan oleh F. W. Taylor. Struktur ini berawal dari
konsep adanya pimpinan yang tidak mempunyai bawahan yang jelas dan setiap
atasan mempunyai wewenang memberi perintah kepada setiap baawahan, sepanjang
ada hubungannya dengan fungsi atasan tersebut.
Cirri
– cirri : Tidak menjamin adanya kesatuan perintah, Keahlian para pengawas dan
pegawai berkembang menuju spesialisasi, penghematan waktu dapat dilakukan
karena mengerjakan pekerjaan yang sama.
Kelebihan
struktur fungsional : keahlian yang dimiliki oleh seorang spesialis fungsional.
Keahlian ini memudahkan mereka dalam memecahkan masalah yang terjadi pada area
tertentu yang berada di bawah wewenangnya.
Kelemahan
struktur fungsional : kebingungan yang terjadi ketika karyawan memiliki dua
atau lebih supervisor, kekurangan lain yaitu kemungkinan manajer untuk
menghindari area yang mereka wewenangi secara fungsional, situasi yang mungkin
berdampak negative bagi koordinasi aktivitas tertentu.
4 Faktor – Faktor Penyebab Perbedaan Struktur Organisasi
1.
Strategi Organisasi
Strategi Organisasi
Tidak
dapat disangkal bahwa terdapat hubungan antara strategi organisasi dengan
struktur yang digunakan untuk mencapainya. Keterkaitan itu lebih mudah dilihat
dalam mengelola sebuah bisnis. Karena keterkaitan antara strategi dengan
struktur yang akan digunakan. umumnya suatu organisasi memilih salah satu dari
tiga bentuk strategi yaitu, strategi yang menuntut inovasi, strategi yang
diarahkan kepada minimalisasi biaya atau ongkos, dan strategi yang sifatnya imitative.
2.
Besar – Kecilnya Organisasi
Besar – Kecilnya Organisasi
Semakin
banyak karyawan yang bekerja pada suatu organisasi, semakin kompleks pula
organisasi tersebut. Demikian pula dengan pola pengambilan keputusan untuk
kepentingan koordinasi dan pengawasan mengakibatkan makin banyak keputusan yang
di ambil oleh kantor pusat organisasi yang bersangkutan.
3.
Teknologi yang digunakan
Teknologi yang digunakan
Berbagai
studi yang dilakukan para pakar dan ilmuwan yang menunjukan dengan jelas
teknologi yang digunakan dengan struktur organisai. Karena keterkaitan tersebut
efektivitas kerja akan ditentukan oleh kesesuaian teknologi dengan struktur. Tiga
kategorisasi yang dapat digunakan sebagai dasar pemikiran ialah kategori
berdasarkan produk, analisis permasalahan, dan sifat teknologi yang digunakan.
4.
Kekuasaan dalam Organisasi
Kekuasaan dalam Organisasi
Dikaitkan
dengan struktur, dapat dinyatakan bahwa baik karena seseorang merasa bahwa
satuan tempatnya bertugas penting maupun karena keinginan untuk memupuk
kekuatan atau kekuasaan. Seseorang yang menduduiki jabatan sebagai pimpinan
akan berusaha agar satuan kerja yang dipimpinnya semakin kompleks.
Organisasi ini
bertujuan untuk mencari keuntungan maka yang harus di perhatikan adalah :
1.
1. Pemasaran dan Penjualan
Seringkali
perusahaan baru bangkrut karena divisi pemansaran dan penjualannya loyo. Banyak
yang merasa mampu membuat solusi multimedia dan informatika membuat usaha namun
setahun kemudian tutup karena tidak dapat proyek. Tugas divisi ini adlah
melakukan riset pasar, promosi, mencari prospek klien, melakukan presentasi
sampai dapat menghasilkan proyek untuk perusahaan.
2.
2. Produksi, Buatlah struktur organisasi
yang tepat
Dalam
perusahaan yang kita kelola harus mempunyai struktur organisasi yang jelas dan
tepat agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
3.
3. Administrasi dan keuangan
Divisi
ini bertanggung jawab terhadap masalah legal, administrasi, penagihanm
pembayaran, termasuk pembayaran gaji karyawan.
Struktur dan proses mempengaruhi perilaku organisasi
Perilaku organisasi
dapat didefinisikan sebagai penggunaan teori, metode, dan prinsip – prinsip dari
berbagai disiplin ilmu seperti psikologi, sosiologi, dan antropologi budaya
untuk mempelajari persepsi, nilai – nilai, kapasitas belajar, dan tindakan
individu ketika bekerja dalam kelompok dan di dalam organisasi secara
keseluruhan, penganalisasian dampak lingkungan luar atas organisasi dan sumber
daya manusia, misi, tujuan, dan strateginya.
Tujuan para manajer
dalam setiap organisasi ialah mencapai perilaku yang dikoordinasikan sehingga
organisasi tersebut dinilai efektif oleh mereka yang mengevaluasi hasilnya. Factor
– factor utama yang menentukan perilaku individu dan kelompok adalah tugas dan
hubungan wewenang. Oleh karena itu, manajer harus merancang struktur organisasi
agar memudahkan komunikasi dai antara para pegawai.
KESIMPULAN
Organisasi adalah wadah
kegiatan daripada orang – orang yang bekerjasama dalam usahanya mencapai
tujuan. Dalam wadah kegiatan itu setiap orang harus jelas tugas, wewenang dan
tanggung jawabnya, hubungan dan tata kerjanya. Itulah sebabnya struktur organisasi
sangat diperlukan dalam sebuah organisasi yang baru dibentuk, dalam keadaan
berkembang maupun yang sudah mapan.
DAFTAR PUSTAKA
Gibson,
Ivancevich, Donnely. 1996. Organisasi: Perilaku, Struktur, Proses Jilid 1 Edisi
Kelima. Jakarta. Erlangga.
Kusdi.
2009. Teori Organisasi dan Administrasi. Jakarta: Salemba Humanika.
Sutarto.
1978. Dasar-Dasar Organisasi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Sumber :
http://bungadit.blogspot.com/2009/11/pentingnya-peran-organisasi-dalam.html
Di kunjungi kemarin 15 januari 2014 21:45
Di kunjungi kemarin 15 januari 2014 21:45
Senin, 21 Oktober 2013
2. TEAMWORK DAN IMPLIKASI MANAJERIAL TEAMWORK
A.Teamwork
1. Pengertian Teamwork
para ahli menyatakan bahwa keberhasilan
organisasi akan semakin bergantung pada teamwork daripada bergantung pada
individu-individu yang menonjol. Konsep tim maknanya terletak pada ekspresi
yang menggambarkan munculnya sinergi pada orang-orang yang mengikatkan diri
dalam kelompok yang disebut dengan tim.
Tracy (2006) menyatakan bahwa teamwork merupakan kegiatan yang dikelola dan
dilakukan sekelompok orang yang tergabung dalam satu organisasi. Teamwork dapat
meningkatkan kerja sama dan komunikasi di dalam dan di antara bagian-bagian
perusahaan. Biasanya teamwork beranggotakan orang-orang yang memiliki perbedaan
keahlian sehingga dijadikan kekuatan dalam mencapai tujuan perusahaan.
Pernyataan di atas diperkuat
Dewi (2007) kerja tim (teamwork) adalah bentuk kerja dalam kelompok yang harus
diorganisasi dan dikelola dengan baik. Tim beranggotakan orang-orang yang
memiliki keahlian yang berbeda-beda dan dikoordinasikan untuk bekerja sama
dengan pimpinan. Terjadi saling ketergantungan yang kuat satu sama lain untuk
mencapai sebuah tujuan atau menyelesaikan sebuah tugas. Dengan melakukan
teamwork diharapkan hasilnya melebihi jika dikerjakan secara perorangan.
Stephen
dan Timothy (2008) menyatakan teamwork adalah kelompok yang usaha-usaha
individualnya menghasilkan kinerja lebih tinggi daripada jumlah masukan
individual. Teamwork menghasilkan sinergi positif melalui usaha yang terkoordinasi.
Hal ini memiliki pengertian bahwa kinerja yang dicapai oleh sebuah tim lebih
baik daripada kinerja perindividu di suatu organisasi ataupun suatu perusahaan.
Manurut Smither, Houston, McIntire (1996), tim yang efektif adalah sebuah tim
yang memungkinkan anggotanya untuk bisa menghasilkan penyelesaian tugas yang
lebih besar jumlahnya dibandingkan dengan hasil kerja perorangan karena hasil
kerjanya merupakan hasil dari kontribusi anggota-anggota tim secara
bersama-sama.
Pernyataan tersebut juga didukung oleh Burn (2004), yang menyatakan bahwa
efektifitas tim atau tim yang efektif merupakan tim kerja yang
anggota-anggotanya saling berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama dan
memiliki sikap yang saling mendukung dalam kerjasama tim.
- Karakteristik Team
- Harus memiliki
tujuan bersama yang jelas. Apapun bentuk tujuannya, usaha untuk mencapai tujuan
tersebut merupakan alasan keberadaan suatu team.
- Adanya kerjasama untuk mencapai
tujuan.
- Mengapa Team diperlukan?
Kualitas keputusan dan tingkat
kreatifitas yang dihasilkan oleh sebuah team, jauh lebih baik daripada kualitas
dan kreatifitas yang dihasilkan oleh rata-rata individu yang bekerja sendirian.
Keuntungan team adalah adanya kekuatan kerjasama.
Ciri-ciri Team yang hebat :
- menciptakan hasil dengan cepat;
- kreatif;
- bijaksana;
- positif
- konsisten.
Salah satu faktor yang membuat sebuah
team berfungsi adalah keikutsertaan seluruh anggota team.
- TUJUAN TEAM.
Tujuan team dinilai baik apabila hasil
yang diharapkan tidak dapat diraih oleh usaha seorang saja. Agar seluruh
anggota team mengetahui tujuan team maka :
- Jadikan tujuan singkat, padat, jelas, pasti dan beorientasi pada tindakan. Contoh tujuan team adalah "Menciptakan hubungan yang lebih baik antara pelanggan dan perusahaan". Tujuan ini terlalu luas dan dapat menciptakan berbagai arti. Seluruh anggota team harus mengartikan tujuan secara sama. Pernyataan tujuan dapat diperjelas dengan "Mengurangi keluhan pelanggan" atau "Meningkatkan kualitas kepuasan pelanggan".
- Seluruh anggota team harus mengetahui arti dari tujuan team yang sebenarnya. Hal ini dapat dilakukan dengan menanyakan kepada tiap anggota mengenai tujuan team. Jawaban anggota team akan menunjukkan apa yang sebenarnya menjadi hasil pekerjaan team.
- Adanya kemungkinan keberhasilan. Team harus percaya bahwa tujuan tersebut dapat dicapai dan merupakan hal yang tepat untuk dilakukan.
2. Jenis Teamwork
Menurut Daft (2000) jenis teamwork
terdiri dari 6 (enam) jenis, yaitu :
- Tim Formal
Tim formal adalah sebuah tim yang
dibentuk oleh organisasi sebagai bagian dari struktur organisasi formal.
- Tim dengan Tugas Khusus
Tim dengan tugas khusus adalah sebuah
tim yang dibentuk diluar organisasi formal untuk menangani sebuah proyek dengan
kepentingan atau kreativitas khusus.
- Tim Mandiri
Tim Mandiri adalah sebuah tim yang
terdiri dari 5 hingga 20 orang pekerja dengan beragam keterampilan yang
menjalani rotasi pekerjaan untuk menghasilkan sebuah produk atau jasa secara
lengkap, dan pelaksanaannya diawasi oleh seorang annggota terpilih.
Sedangkan menurut Hariandja (2006) ada
3 (tiga) tipe tim, yaitu :
- Problem solving team
Sebuah tim yang dibentuik untuk
mengatasi berbagai masalah yang muncul dalam upaya memperbaiki produktivitas.
Pada dasarnya, kegiatan tim ini adalah mengidentifikasikan berbagai masalah,
mendiskusikan bagaimana memecahkan masalah tersebut dan melakukan tindakan
untuk memperbaiki. Anggota tim biasanya berasal dari satu departemen yang
beranggotakan kurang lebih sepuluh orang yang melakukan pertemuan rutin setiap
minggu.
- Self managed team
Sebuah tim yang dimaksudkan untuk
memperbaiki produktivitas dengan memberikan kewenangan pada kelompok untuk
mengatur kerja mereka, misalnya menjadwal kerja, menentukan metode kerja,
mengawasi anggota, memberi reward dan hukuman bagi anggota dan merekrut
anggota. Keanggotaan ini biasanya berasal dari satu departemen yang melakukan
tugas yang sama.
- Cross functional team
Sebuah tim yang ditujukan untuk
menyelesaikan tugas-tugas khusus, misalnya pengembangan produk baru atau
perencanaan dan perubahan sistem kompensasi. Anggota tim ini berasal dari
berbagai departemen yang memiliki keahlian dan orientasi yang berbeda yang
bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan.
B. Implikasi Manajerial
Dalam kamus besar bahasa Indonesia, Implikasi mempunyai arti yaitu akibat. kata implikasi itu sendiri dapat merujuk ke beberapa aspek yaitu salah satunya yang dibahas saat ini adalah manajerial atau manajemen.
Dalam
dunia kerja yang sangat kompleks sekarang ini, orang tidak dapat bekerja
sendiri-sendiri sebagai single fighter, tapi saling bergantung satu sama lain
untuk mencapai kesuksesan. Kondisi ini membuat kemampuan
manajerial seorang team leader di tempat kerja menjadi bertambah penting. Trend
teori-teori manajemen modern pun juga mengarah kesana.
Kemampuan
manajerial adalah kemampuan untuk mengatur, mengkoordinasikan dan menggerakkan
para bawahan kearah pencapaian tujuan yang telah ditentukan organisasi, Dalam organisasi yang besar,
kesempatan manajer untuk mengadakan kontak dengan seluruh bawahan relatif kecil
sekali. Lebih-lebih dalam organisasi yang besar ruang lingkup operasinya
nasional atau internasional. Dengan demikian, Kegiatan mengintegrasikan,
mengkoordonasikan dan menggerakkan para bawahan oleh team leader sebagai
manajer puncak dilakukan melalui pendelegasian wewenang kepada manajer menengah
dan manejer pengawas.
Kemampuan
manejerial itu sendiri adalah sesuatu yang tidak biasa. Kemampuan itu lahir
dari suatu proses yang panjangnya yang terjadi secara perlahan-lahan melalui
proses pengamatan dan belajar. Bukti dari kemampuan manajerial adalah sejauh
mana team kerja mereka mampu berkinerja secara optimal. Dalam hal ini team
leader pimpinan di semua tingkatan haruslah mampu menunjukkan bahwa mereka
sanggup dekat secara emosional pada bawahan sehingga bawahan memberikan dukungan
dengan komitmen yang kuat pada team kerjanya.
Adanya
kinerja manajerial yang dihasilkan merupakan bukti bahwa mereka mampu memahami
secara jelas kinerja yang diharapkan dari kegiatan mereka. Kinerja tentu yang
diharapkan dari manajer akan menentukan peran yang disandang oleh team leader.
Kinerja dan peran yang diharapkan dari team leader akan menentukan bakat dan
kemampuan apa yang diperlukan untuk mewujudkan kinerja memalui peran yang
dimiliki oleh team leader tentang peran mereka yang tidak akan menghasilkan
kinerja tertentu yang diharapkan dari mereka, jika tidak disertai dengan usaha
keras mereka.
Implikasi berfungsi membandingkan antara hasil penelitian yang lalu dengan hasil penelitian yang baru dilakukan.
Macam-macam implikasi:
1. Implikasi Teoritis
Pada
bagian ini peneliti menyajikan gambar lengkap mengenai implikasi
teoretikal dari penelitian ini.Bagian ini bertujuan untuk meyakinkan
penguji mengenai kontribusi terhadap ilmu pengetahuan dalam
teori-teori yang digunakan untuk memecahkan masalah penelitian, tetapi
juga implikasinya bagi teori-teori yang relevan dengan bidang kajian
utama yang disajikan dalam model teoretis.
2. Implikasi Manajerial
Pada
bagian ini peneliti menyajian bergagai implikasi kebijakan yang dapat
dihubungkan dengan temuan-temuan yang dihasilkan dalam penelitian
ini.Implikasi manajerial memberikan kontribusi praksis bagi manajemen.
3. Implikasi Metodologi
Bagian
ini bersifat opsional dan menyajikan refleksi penulis mengenai
metodologi yang digunakan dalam penelitiannya.Misalnya pada bagian ini
dapat disajikan penjelasan
mengenai bagian-bagian metode penelitian mana yang telah dilakukan
dengan sangat baik dan bagian mana yang relatif sulit serta prosedur
mana yang telah dikembangkan untuk mengatasi berbagai kesulitan itu yang
sebetulnya tidak digambarkan sebelumnya dalam literatur mengenai metode
penelitian. Peneliti dapat menyajikan dalam bagian ini
pendekatan-pendekatan yang dapat digunakan dalam penelitian lanjutan
atau penelitian lainnya untuk memudahkan atau untuk meningkatkan mutu
dari penelitian.
Sumber :
http://lemjiantek.mil.id/article-303-perlunya-pemahaman-tentang-team-work.html
http://repository.usu.ac.id/bitstream/.../4/chapter%2011.pdf
http://erlanggaba.blogspot.com/2013/05/implikasi-manajer.html
Langganan:
Postingan (Atom)