welcome

Welcome Comments Pictures

Selasa, 30 September 2014

PELUANG KERJA DALAM BIDANG SISTEM INFORMASI (SI)


Sistem adalah kumpulan elemen yang berintegrasi untuk mencapai tujuan tertentu, sedangkan informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam mengambil keputusan saat ini atau mendatang
(Davis, 1999).

Ada banyak pendapat tentang jurusan Sistem Informasi. Dari beberapa informasi  cukup variatif ada yang berpendapat bahwa jurusan Sistem Informasi adalah cabang jurusan dari teknik elektro/matematika yang lebih banyak mempelajari masalah software komputer, yang nantinya akan banyak belajar  matematika, instrumentasi dan  bahasa pemrograman.

Ada juga yang berpendapat dalam sistem informasi akan banyak mempelajari logika pemrograman, basis data, dan rekayasa software. Bidang keahlian setelah lulus adalah informatika teori, basis data, grafic dan intelegence, app (application) software. Jika kita amati basis dasar yang dipelajari orang-orang sistem informasi tentunya kita akan mudah membedakan antara jurusan teknik informatika dan jurusan sistem informasi.

Lebih jelasnya, information system atau yang lebih dikenal dengan sistem informasi adalah jurusan yang mempelajari tentang bagaimana membangun dan menerapkan teknologi informasi dengan proses bisnis yang ada saat ini, sehingga suatu bisnis akan dapat dengan efektif mencapai tujuannya dengan menerapkan IT dalam bisnis.

Sementara Computer Science (Teknik Informatika) adalah jurusan yang mempelajari tentang bagaimana mengembangkan computer vision, robotica, intelligence system, dan hal-hal lainnya yang terkait dengan pengembangan komputer di masa yang akan datang.


Peluang Kerja Dalam Bidang Sistem Informasi adalah :
* Sistem Analis pada proyek pengembangan Sistem Informasi,
* Manajer pada Departemen Teknologi Informasi suatu instansi,
* Manajer pada proyek Pengembangan Sistem,
* Administrator Database,
* Senior Programmer,
* Wirausahawan bidang Teknologi Informasi,
* Sebagai Administrator Sistem dan Web,
* Sebagai Konsultan Desain,
* Sebagai Analisis Bahasa Pemrograman,
* Sebagai Tenaga Ahli Desain Grafis,
* Database dan e-Business : membuat database dan yang berhubungan dengan bisnis,
* Programmer Analyst : sama seperti dengan sistem analis namun lebih spesifik dengan program,
* System Support,
* System Information Consultant : konsultan sistem informasi, kooperasi yang bergerak dibidang jasa berhubungan dengan sistem informasi,
* Web Developer : pembangun web lebih spesifik dengan database dan ruang lingkupnnya,
* Enterpreneur in IT Business : membuat usaha tentang IT
* IS Auditor dan auditor sistem informasi
* IS Project Manager. : memanajeri sebuah projek yang berhubungan dengan sistem infomasi
Pada intinya sistem informasi itu tidak lepas dari input-proses-output, data yang diproses oleh sistem sehingga menghasilkan suatu output (informasi) yang dapat menggambarkan kejadian nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Sumber dari informasi tersebut adalah data yang dapat berbentuk huruf, simbol, alfabet dan lain sebagainya.


Sumber :

http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/08/sistem-adalah-kumpulan-elemen-yang.html

Selasa, 22 April 2014

KUIS 5 PERILAKU KONSUMEN DALAM MEMILIH PRODUK, KONSEP PERILAKU KONSUMEN DALAM MENENTUKAN PASAR

KUIS 5
1.    Apa yang dimaksud dengan produsen dan sebutkan pengkaterorian produsen ?
2.    Apa yang dimaksud dengan perilaku produsen ?
3.    Apa yang di maksud dengan fungsi produksi ?
4.    Apa yang di maksud dengan least cost combination ?
5.    Bagaimana cara mengoptimalkan produksi ?
Jawab :
1.    Produsen adalah orang-orang yang membuat dan menciptakan suatu barang. Dalam ekonomi, produsen berarti orang-orang atau perusahaan yang membuat suatu barang untuk dijual kembali sehingga memperoleh keuntungan.
Pengkategorian produsen :
·       Produsen
·       Distributor
·       Agen
·       Pengecer
2.    Perilaku produsen adalah kegiatan pengaturan produksi sehingga produk yang dihasilkan bermutu tinggi sehingga bisa diterma di masyarakat dengan menghasilkan laba. Perilaku produsen dilakukan semata-,ata agar tidak merugikan produsen namun juga tidak memberatkan konsumen. Dengan demikian daya konsumsi akan stabil karena antara konsumen maupun produsen sama-sama saling membutuhkan. Perilaku produsen dalam kegiatan perekonomian :
·       Bagi masyarakat, Tanggung jawab sosial produsen kepada masyarakat.
·       Bagi pemerintah, Produsen merupakan patner untuk menjalankan tugas pemerintah dalam mewujudkan tatanan masyarakat.
3.    Fungsi produksi meliputi proses untuk mengelola input guna menghasilkan barang
dan jasa. Dimana outputnya yang dihasilkan juga dipengruhi oleh besarnya input dan teknologi yang dihasilkan.
4.    Least Cost Combination (LCC)
·       Penggunaan kombinasi faktor produksi dengan menggunakan biaya yang paling murah
·       Syarat LCC : MRTS (marginal rate of technical substitution), bila menambah salah satu input maka mengurangi penggunaan input.
5.    Mengoptimalkan produksi adalah upaya meningkatkan nilai dari suatu produksi. Seperti meningkatkan kualitas produksi, jumlah prduksi, manfaat produksi, bentuk fisik produksi, dsb.
Menurut saya, cara yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
·       Biaya yang digunakan harus dipandang sebagai ketentuan potensial ( potensial profit), bukan pengeluaran atau ongkos produksi yang memang harus dikeluarkan. Dengan demikian reduksi biaya produksi melalui peningkatan efisiansi akan meningkatkan keuntungan.
·       Setelah persepsi tentang biaya produksi diatas berubah, menejemen harus melaksanakan aktivitas produksi bernilai tambah (bukan sekedar mengubah input menjadi output) dengan jalan berproduksi pada biaya produksi yang minimum. Dengan cara ini perusahaan akan meningkatkan daya saing melalui strategi penetapan harga ( pricing strategy) yang kompetitif dipasar.
·       Keunggulan kompetitif produk dipasar akan mengingkatkan pangsa pasar (market share) yang berarti akan meningkatkan penerimaan total (TR) dari penjualan produk itu.

Selasa, 08 April 2014

Konsep dan teori Elastisitas harga, silang dan pendapatan



           Dalam ilmu ekonomi, elastisitas adalah perbandingan perubahan proporsional dari sebuah variabel dengan perubahan variable lainnya. Dengan kata lain, elastisitas mengukur seberapa besar kepekaan atau reaksi konsumen terhadap perubahan harga.

Penggunaan paling umum dari konsep elastisitas ini adalah untuk meramalkan apa yang akan terjadi jika harga barang/jasa dinaikkan. Pengetahuan mengenai seberapa dampak perubahan harga terhadap permintaan sangatlah penting. Bagi produsen, pengetahuan ini digunakan sebagai pedoman seberapa besar ia harus mengubah harga produknya. Hal ini sangat berkaitan dengan seberapa besar penerimaan penjualan yang akan ia peroleh. Sebagai contoh, anggaplah biaya produksi sebuah barang meningkat sehingga seorang produsen terpaksa menaikkan harga jual produknya. Menurut hukum permintaan, tindakan menaikkan harga ini jelas akan menurunkan permintaan. Jika permintaan hanya menurun dalam jumlah yang kecil, kenaikan harga akan menutupi biaya produksi sehingga produsen masih mendapatkan keuntungan. Namun, jika peningkatan harga ini ternyata menurunkan permintaan demikian besar, maka bukan keuntungan yang ia peroleh. Hasil penjualannya mungkin saja tidak dapat menutupi biaya produksinya, sehingga ia menderita kerugian. Jelas di sini bahwa produsen harus mempertimbangkan tingkat elastisitas barang produksinya sebelum membuat suatu keputusan. Ia harus memperkirakan seberapa besar kepekaan konsumen atau seberapa besar konsumen akan bereaksi jika ia mengubah harga sebesar sepuluh persen, dua puluh persen, dan seterusnya.

Konsep Elastisitas

4 konsep elastisitas yang umumnya dipakai dalam teori ekonomi mikro
1. Elastisitas harga permintaan (Ed)
2. Elastisitas harga penawaran (Ws)
3. Elastisitas silang (Ec)
4. elastisitas pendapatan (Ey)

o  Elastisitas Harga Permintaan
Digunakan untuk mengetahui besarnya perubahan jumlah barang yang diminta
akibat adanya perubahan harga barang itu sendiri.


KRITERIA UKURAN
  • Ed > 1 : Elastis
  • Ed < 1 : In Elastis
  • Ed = 1 : Unitary
  • Ed = 0 : In Elastis Sempurna
  • Ed = ~ : Elastis Sempurna
Hal-Hal Yang Mempengaruhi Elastisitas Permintaan
1. Tingkat kemudahan barang yang bersangkutan untuk di gantikan oleh barang yang lain.
2. Besarnya proporsi pendapatan yang digunakan.
3. Jangka waktu analisa.
4. Jenis barang.


ELASTISITAS PENAWARAN
Elastisitas Penawaran mengukur besarnya prosentase perubahan jumlah
barang yang di tawarkan akibat adanya perubahan harga barang yang bersangkutan.jika
elastisitas permintaan kuantitasnya adalah kuantitas yang diminta dan elastisitas
penawaran kuantitasnya adalah kuantitas yang di tawarkan.rumus elastisitas penawaran
tersebut adalah sebagai berikut (elastisitas busur):
Q2 – Q1
½ (Q2+Q1)
Es =
P2 – P1
½ (P2 + P1)
ΔQ
½ (Q1+Q2)
Es =
ΔP
½ (P1+P2)

ELASTIS SILANG
Untuk mengukur besarnya kepekaan permintaan suatu barang jika harga barang
lain yang berubah, yaitu harga barang yang ada kaitanya dengan barang tersebut yang
berupa barang komplementer dan dapat berupa barang subtitusi.
QX2 – QX1
½ (QX1 + QX2)
Ec=
PY2 – PY1
½ (PY1 + PY2)
Δ QX
½ (QX1 + QX2)
Es=
Δ PY
½ (PY1 + PY2)

ELASTISITAS PENDAPATAN
Untuk mengukur perubahan jumlah barang yang diminta akibat dari adanya perubahan
pendapatan dalam rumus dituliskan sebagai berikut:
Q2 – Q1
½ (Q1 + Q2)
Ey=
I2 – I1
½ (I1+ I2)
Δ Q
½ (Q1 + Q2)
Ey=
Δ I
½ (I1 +I2)
Contoh Elastis :
-Laptop
-Perhiasan
-Kendaraan
Contoh In elastis :
-Bahan baker
-Makanan
-Keb. Rumah tangga


Sumber :


NAMA             :  DWI MILA SARI
   NPM                  :  12112292